Perubahan gaya hidup sehat kini mulai dirasakan oleh warga Desa Wonorejo, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, berkat semangat pengabdian dari empat mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Melalui Program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Bhaktiku Negeri 2025, mereka menginisiasi kegiatan bertajuk “Revitalisasi Gaya Hidup Sehat di Desa Wonorejo melalui Budidaya Hidroponik dan Edukasi Penyakit Tidak Menular.”didampinggi Dosen Pembimbing Ika Rizki Anggraini, S.Kep., Ns., M.Kep
Empat mahasiswa tersebut adalah Bela Amanda Sari, Damay Indah Cahyanti, Adinda Kamilah Putri, dan Ivonia Faisa Rahma. Selama kurang lebih satu bulan mereka tinggal dan berbaur dengan masyarakat untuk menjalankan serangkaian kegiatan yang bertujuan membangun kesadaran akan pentingnya pola hidup sehat, sekaligus memberikan solusi nyata melalui pertanian hidroponik.
Mereka mengamati bahwa sebagian masyarakat masih kurang memahami bahaya penyakit tidak menular, seperti hipertensi dan diabetes, yang sering kali timbul akibat gaya hidup kurang sehat. Oleh karena itu, mahasiswa UMM ini mengadakan penyuluhan yang menyentuh langsung pada pola makan, kebiasaan sehari-hari, dan pentingnya menjaga berat badan serta tekanan darah agar tetap normal.
Untuk mendukung gaya hidup sehat yang berkelanjutan, para mahasiswa PMM juga memperkenalkan sistem tanam hidroponik. Sistem ini sangat cocok diterapkan di desa, karena tidak membutuhkan lahan luas dan bisa memanfaatkan barang bekas seperti botol plastik. Dengan menggunakan kain flanel dan air nutrisi, tanaman seperti Kale, Pagoda, Kailan, Pakcoy bisa tumbuh subur tanpa tanah. Kegiatan ini tidak hanya menarik, tetapi juga memberi pemahaman bahwa sayur sehat bisa ditanam sendiri dengan mudah di rumah masing-masing.
Warga Wonorejo terlihat antusias mengikuti pelatihan hidroponik ini. Mereka mulai sadar bahwa menanam sayur sendiri tidak hanya menghemat pengeluaran, tetapi juga menjamin kualitas makanan yang mereka konsumsi. Di tengah naiknya harga kebutuhan pokok, solusi sederhana seperti ini menjadi harapan baru bagi masyarakat desa.

Ketua kelompok PMM, Bela Amanda Sari, menyampaikan bahwa program ini sengaja dirancang untuk memberi dampak langsung bagi kehidupan masyarakat. “Kami ingin warga tidak hanya tahu pentingnya hidup sehat, tapi juga bisa melakukan perubahan kecil dari rumah masing-masing,” ucapnya.
Damay Indah Cahyanti menambahkan bahwa kesadaran akan penyakit tidak menular masih perlu ditingkatkan di pedesaan. “Banyak warga belum tahu apa itu diabetes atau hipertensi, apalagi bagaimana cara mencegahnya. Karena itu, kami berusaha menyampaikan informasi dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami,” katanya.
Adinda Kamilah Putri mengungkapkan rasa senangnya karena masyarakat terbuka dan mau belajar hal baru. “Warga sangat ramah dan bersemangat. Saat kami mulai membuat media tanam hidroponik, banyak yang langsung ingin mencoba di rumah,” tuturnya.
Ivonia Faisa Rahma menutup dengan harapan agar program ini bisa terus berlanjut. “Kami ingin kegiatan seperti ini tidak berhenti di sini. Semoga hidroponik bisa menjadi kebiasaan baru yang sehat dan menyenangkan bagi warga,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa UMM berhasil menghadirkan inovasi sederhana yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Desa Wonorejo kini tidak hanya belajar mengenali penyakit tidak menular, tapi juga mulai menerapkan kebiasaan baru yang lebih sehat dan mandiri melalui budidaya hidroponik. Ini menjadi langkah kecil menuju desa yang lebih sehat dan berdaya.
sumber berita: https://www.kompasiana.com/