Literasi bukan hanya sebatas keterampilan membaca dan menulis. Lebih dari itu, literasi merupakan dasar dalam pembentukan karakter, kemampuan berpikir kritis, serta semangat untuk belajar sepanjang hayat. Menyadari pentingnya peran guru dalam menciptakan budaya literasi di sekolah dasar, mahasiswa PMM-KKN Berdampak UMM menyelenggarakan sebuah kegiatan workshop dan pendampingan dengan tema “Penguatan Gerakan Literasi Sekolah di Sekolah Dasar Kecamatan Ngajum”.
Kegiatan ini dilaksanakan dengan penuh semangat kerjasama pada hari Jumat, 1 Agustus 2025, bertempat di aula SD Negeri 1 Maguan, yang dihadiri oleh perwakilan guru dari berbagai SD di Kecamatan Ngajum. Dalam acara ini, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Ibu Fida Pangesti, S.Pd., M.A., hadir untuk memimpin dan memberikan arahan serta materi yang mendalam mengenai penguatan literasi di tingkat pendidikan dasar.
Sinergi Dosen, Mahasiswa, dan Guru Sekolah Dasar
Acara dimulai dengan sambutan yang hangat, kemudian dilanjutkan dengan penjelasan utama dari Ibu Fida Pangesti. Materi disampaikan dengan pendekatan yang bersahabat dan interaktif, yang mendorong keterlibatan aktif dari para guru yang hadir. Dalam bagian ini, para guru diberikan wawan mengenai pentingnya mengintegrasikan literasi ke semua mata pelajaran, serta peran strategis mereka dalam membentuk siswa yang berpikir kritis, kreatif, dan kompetitif.
Mahasiswa PMM-KKN Berdampak UMM juga ikut serta secara aktif dalam kegiatan ini, mulai dari memfasilitasi diskusi kelompok hingga membantu dalam mendokumentasikan dan mendampingi para guru. Kegiatan ini menjadi momen penting untuk menyatukan pandangan akademis dengan kenyataan pendidikan yang ada di lapangan.
Kolaborasi Aktif dan Perancangan Program Literasi Sekolah
Tidak hanya mendapatkan materi, para guru juga diundang untuk menilai berbagai tantangan literasi yang ada di sekolah mereka. Pada sesi kelompok, mereka membuat rencana kegiatan literasi yang relewan dan kreatif. Ide-ide yang diusulkan sangat beragam, mulai dari pengembangan area membaca di kelas, pembuatan jurnal literasi untuk siswa, hingga program membaca kolaboratif antar kelas.
Diskusi dilakukan dengan menggunakan kertas besar dan sticky notes untuk membantu dalam merumuskan ide dan solusi. Suasana sangat dinamis dan produktif, di mana para guru berbagi pengalaman dan strategi yang dapat diterapkan sesuai dengan konteks sekolah masing-masing.
Setiap kelompok kemudian menyajikan hasil diskusinya. Dengan penyajian ini, inspirasi dan praktik terbaik dari berbagai sekolah dapat dibagikan dan menjadi pedoman bersama dalam mengembangkan gerakan literasi yang lebih luas.

Harapan Menuju Lingkungan Sekolah yang Literat dan Inspiratif
Kegiatan ini tidak hanya menambah pengetahuan, namun juga memberikan keterampilan praktis kepada para guru untuk merancang dan melaksanakan program literasi yang berpengaruh. Diharapkan, dengan adanya kegiatan ini, akan terbentuk kerjasama antara mahasiswa, dosen pembimbing, dan pihak sekolah, sehingga gerakan literasi di pendidikan dasar dapat berlangsung dengan lebih terstruktur, kreatif, dan berkelanjutan.
Sebagai penutup, semua peserta mengikuti sesi refleksi bersama untuk menilai pengalaman dan pelajaran yang didapat selama kegiatan. Acara ditutup dengan sesi pengambilan foto bersama, yang melibatkan semua guru, mahasiswa PMM-KKN Berdampak UMM, dan Dosen Pembimbing Lapangan. Foto ini bukan hanya sebagai tanda kenangan, tetapi juga sebagai komitmen bersama untuk terus mengembangkan budaya literasi di sekolah dasar.
