Mahasiswa PMM (Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menunjukkan kontribusi nyatanya di Desa Wonokerso, kali ini dengan menyasar dunia pendidikan. Melalui program kerja Demo Penggunaan Smart Trash dan Materi Kebersihan Lingkungan, mereka berhasil menciptakan suasana belajar yang interaktif dan inovatif di SDN Wonokerso 2. Program ini tidak hanya bertujuan untuk menanamkan kesadaran akan kebersihan, tetapi juga untuk memperkenalkan konsep dasar teknologi IoT (Internet of Things) dan robotika kepada siswa sejak dini.

Merakit Tempat Sampah Pintar: Jembatan Menuju Dunia Teknologi

Inti dari program ini adalah perakitan sebuah tempat sampah pintar (Smart Trash). Tim mahasiswa PMM UMM berkolaborasi merancang dan membangun prototipe ini dengan komponen-komponen sederhana yang mudah dipahami. Mereka menggunakan:

Sensor Ultrasonik: Sebagai “mata” yang mendeteksi jarak objek. Sensor ini berfungsi untuk mengetahui kapan ada tangan yang mendekat untuk membuang sampah.

Arduino Uno: Sebagai “otak” dari sistem. Mikrokontroler ini memproses informasi dari sensor dan mengirimkan perintah ke komponen lain.

Servo: Sebagai “otot” yang menggerakkan tutup tempat sampah. Berdasarkan perintah dari Arduino, servo akan membuka atau menutup tutup tempat sampah secara otomatis.

Tempat Sampah: Wadah dasar yang dimodifikasi.

Perakitan ini menjadi bukti nyata bahwa teknologi canggih dapat dibuat dari komponen yang sederhana. Ini adalah pelajaran berharga bagi anak-anak bahwa teknologi bukanlah sesuatu yang rumit, melainkan bisa diakses dan dipelajari oleh siapa saja.

Demonstrasi dan Materi yang Menarik

Setelah tempat sampah pintar selesai dirakit, tim mahasiswa PMM UMM membawanya ke SDN Wonokerso 2. Di sana, mereka tidak hanya mendemonstrasikan cara kerja alat tersebut, tetapi juga mempresentasikan setiap bagiannya kepada para siswa. Dengan bahasa yang ringan dan mudah dicerna, mereka menjelaskan fungsi dari masing-masing komponen. Anak-anak diajak untuk melihat langsung bagaimana sensor mendeteksi tangan, bagaimana Arduino memproses data, dan bagaimana servo membuka tutup tempat sampah secara ajaib.

Presentasi ini bertujuan untuk mengenalkan mereka pada dasar-dasar IoT dan robotika. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, AI, dan berbagai inovasi lainnya, pengenalan dini ini sangatlah penting. Anak-anak menjadi tahu bahwa teknologi bukan hanya sekadar gawai, tetapi juga bisa diaplikasikan untuk memecahkan masalah sehari-hari, seperti menjaga kebersihan.

Tidak berhenti di situ, program ini juga dilengkapi dengan penyampaian materi tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Para mahasiswa menjelaskan dampak buruk dari sampah yang tidak dikelola dengan baik, serta manfaat dari membuang sampah pada tempatnya. Mereka menekankan bahwa kebersihan adalah tanggung jawab bersama dan merupakan cerminan dari diri kita sendiri.

Dampak Positif dan Harapan Masa Depan

Program ini disambut dengan antusiasme tinggi oleh para siswa dan guru di SDN Wonokerso 2. Anak-anak tidak hanya mendapatkan ilmu baru tentang teknologi, tetapi juga diingatkan kembali tentang nilai-nilai penting kebersihan.

Dengan adanya program ini, para mahasiswa UMM berharap dapat menumbuhkan bibit-bibit inovator di Desa Wonokerso. Mereka ingin membuktikan bahwa dengan kreativitas dan kolaborasi, teknologi bisa menjadi alat yang efektif untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan masyarakat yang lebih cerdas. Kisah ini menjadi inspirasi bahwa pendidikan tidak hanya terbatas di dalam kelas, melainkan dapat diwujudkan melalui aksi nyata yang bermanfaat bagi komunitas.

 

sumber berita: https://www.kompasiana.com/