Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menunjukkan kontribusinya secara nyata. Kali ini, Kelompok 03 Gelombang 01 membawa semangat inovasi ke SDN Wonokerso 1, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang. Dengan fokus pada pengenalan teknologi dan peningkatan kesadaran lingkungan, para mahasiswa berhasil menciptakan serangkaian program kerja yang tidak hanya edukatif, tetapi juga inspiratif bagi para siswa.

Program ini diawali dengan pengenalan tentang Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sebagai Kampus Putih yang dapat menjadi tujuan pendidikan mereka di masa depan. Ini menjadi jembatan untuk membangun kedekatan sekaligus memotivasi para siswa agar terus bersemangat dalam menuntut ilmu hingga jenjang perguruan tinggi.

A. Mengenal Dunia Digital: Pembelajaran Jadi Lebih Asyik
Di era digital saat ini, kemampuan menggunakan perangkat lunak pendukung menjadi sebuah keniscayaan. Menyadari hal ini, mahasiswa PMM UMM memperkenalkan berbagai aplikasi yang dapat membuat proses belajar menjadi lebih menyenangkan, interaktif, dan kolaboratif. Materi difokuskan pada software seperti Canva untuk desain visual sederhana, Microsoft Word/Google Docs untuk pengolahan kata dan Duolingo untuk pelatihan Bahasa Inggris dengan pendekatan yang interaktif, seru kepada para siswa.

Tujuannya jelas untuk membekali siswa dengan alat yang bisa mempermudah pemahaman materi pelajaran dan pengerjaan tugas. Tidak hanya teori, para mahasiswa juga melakukan demonstrasi praktik secara langsung. Para siswa diajak untuk mencoba mengoperasikan aplikasi tersebut, sehingga mereka dapat memahami fungsinya dengan cepat dan antusias.

B. Menumbuhkan Cinta Lingkungan Sejak Dini
Selain literasi digital, kepekaan terhadap isu lingkungan juga menjadi prioritas. Mahasiswa PMM memberikan materi edukatif mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan pengelolaan sampah. Topik ini disampaikan dengan pendekatan yang menyenangkan agar mudah dicerna oleh anak-anak usia sekolah dasar.

Selain itu, diperkenalkan pula konsep akuakultur terapan sederhana. Para siswa diberi penjelasan mengenai manfaat dari budidaya ikan dalam skala kecil yang bisa dilakukan di sekitar rumah, menumbuhkan pemahaman bahwa menjaga alam bisa dimulai dari hal-hal yang sederhana dan produktif.

C. Demonstrasi Inovasi Teknologi dan Kreativitas
1. Smart Trash berbasis IoT
Inovasi pertama yang dipamerkan adalah “Smart Trash” berbasis Internet of Things (IoT). Tempat sampah pintar ini mampu membuka dan menutup secara otomatis. Ketika sebuah objek (seperti tangan) terdeteksi oleh sensor jarak HC-SR04 dalam jangkauan 20 cm, tutupnya akan terbuka. Sebaliknya, tutup akan kembali menutup saat objek menjauh. 

Di balik kecanggihannya, proyek ini memiliki tujuan edukatif yang mendalam. Pembuatan alat ini mengajarkan pola pikir informatika bagaimana sebuah masalah dipecah menjadi bagian-bagian kecil, diolah melalui serangkaian proses (metode), dan menghasilkan sebuah solusi. Selain itu juga, tujuan praktisnya adalah untuk mengurangi penyebaran kuman dengan meminimalkan kontak fisik dengan permukaan tempat sampah.

2. Akuakultur Sederhana dengan Daur Ulang Sampah menjadi Akuarium
Melengkapi demo teknologi, mahasiswa menunjukkan inovasi yang tak kalah penting yaitu akuarium sederhana yang dibuat dari galon bekas air mineral. Proyek ini menjadi contoh nyata bagaimana barang yang sudah tidak terpakai dapat didaur ulang menjadi sesuatu yang bermanfaat dan bahkan menjadi barang yang lebih bernilai.

Inisiatif ini secara langsung mengajarkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dan mendorong kreativitas siswa untuk melihat potensi pada barang-barang di sekitar mereka.

 

Melalui serangkaian program yang terintegrasi ini, PMM UMM Kelompok 03 tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga untuk mengembangkan rasa ingin tahu, kreativitas, dan tanggung jawab pada diri siswa-siswi SDN Wonokerso 1. Harapannya, kegiatan positif seperti ini dapat terus berlanjut untuk membentuk generasi masa depan yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga melek akan teknologi dan peduli terhadap lingkungannya.

sumber berita: https://www.kompasiana.com/