Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menunjukkan komitmen kepada masyarakat dengan Program Pemberdayaan Masyarakat Skema Pemberdayaan Wilayah di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Indonesia. Kegiatan pengabdian ini melibatkan masyarakat, khususnya peternak sapi perah dan guru IPA/Biologi di Kabupaten Malang. Kabupaten Malang dikenal sebagai salah satu daerah penghasil susu sapi segar terbesar di Jawa Timur. Potensi ini tidak hanya memiliki nilai strategis dari bidang ekonomi, tetapi juga menyimpan peluang besar dalam bidang pendidikan. Produksi susu yang melimpah dapat dikembangkan menjadi berbagai produk olahan bernilai tambah, sekaligus dimanfaatkan sebagai sumber belajar kontekstual, khususnya dalam pembelajaran bioteknologi. Dengan pendekatan yang tepat, sektor peternakan dan pendidikan dapat saling bersinergi untuk mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat serta kualitas pembelajaran berbasis potensi lokal.
Umumnya peternak lokal di Pujon Kidul, Kabupaten Malang menyalurkan susu segar ke KUD Susu untuk nanti disalurkan ke pabrik pengolahan untuk diolah menjadi beragam produk susu. Meski alur distribusi tersebut sudah berjalan dengan baik, peternak mengungkapkan masih terdapat sisa susu yang tidak dapat disetorkan karena KUD menetapkan batas minimal volume pada setiap wadah pengiriman. Akibatnya, sebagian susu berpotensi terbuang dan belum termanfaatkan secara optimal. Menanggapi kondisi tersebut, Prof. Dr. Yuni Pantiwati, MM., M.Pd sebagai ketua pengabdian menjelaskan bahwa situasi inilah yang menjadi fokus utama dalam kegiatan pendampingan. “Susu yang sebelumnya menjadi sisa dapat diolah menjadi berbagai produk pangan. Selain meningkatkan nilai ekonomi bagi peternak, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai sumber belajar bioteknologi bagi siswa, sehingga ilmu dan praktik langsung dapat dirasakan di lingkungan sekolah maupun masyarakat,” jelasnya.

Kegiatan pengabdian ini dilakukan secara beriringan antara mitra peternak sapi dan guru. Pertemuan pertama peternak sapi dan guru akan mendapatkan penguatan sekaligus pengenalan materi perihal ”Bioteknologi dan Olahan Susu berbasis Bioteknologi”. Dalam hal ini materi disampaikan oleh Dosen dari Teknologi Pangan Ibu Sri Winarsih, S.TP., M.P. Pertemuan selanjutnya, guru praktik bersama dengan tim pengabdian didampingi oleh Tim dari Laboratorium Teknoologi Pangan, UMM. Kegiatan ini berfokus pada pendampingan intensif perihal praktik pengolahan susu menjadi olahan pangan (yogurt dan butter). Selain pendampingan dengan guru, tim pengabdian juga melakukan pendampingan intensif bersama peternak sapi perah di Desa Sukomulyo, Kecamtan Pujon, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Indonesia. Sama dengan kegiatan guru, kegiatan ini juga berfokus pada praktik pengolahan susu menjadi olahan pangan (yogurt dan butter).


Setelah praktik membuat susu berbasis bioteknologi, guru mendapat pendampingan dan praktik mandiri dalam menganalisis potensi lokal susu menjadi sumber belajar Bioteknologi SMP dan SMA. Kegiatan pendampingan dilaksanakan secara online melalui zoom dan kooridinasi melalui WhatsApp. Kegiatan ini didampingi oleh Prof. Dr. Yuni Pantiwati, MM., M.Pd, Dr. Erna Retno Rahajeng MM, dan Prof. Lud Waluyo, M.Kes. Kegiatan analisis potensi lokal ini berfokus pada pentingnya melibatkan potensi lokal dalam pembelajaran, syarat potensi lokal sebagai sumber belajar, serta hubungan potensi lokal dengan materi pembelajaran agar representatif. Dalam kegiatan pendampingan Prof. Dr. Yuni Pantiwati, MM., M.Pd menyampaikan “sebelum digunakan dalam pembelajaran, potensi lokal perlu dianalisis kelayakannya untuk memastikan kesesuaian dengan tujuan pembelajaran, karakteristik siswa, ketersediaan sumber daya, kemudahan akses, serta keterkaitannya dengan tujuan, indikator dan materi pembelajaran. Analisis kelayakan ini penting agar potensi lokal yang dipilih benar-benar dapat berfungsi sebagai sumber belajar yang efektif, relevan, dan mendukung pencapaian pembelajaran”. Potensi lokal yang dibahas dalam kegiatan pengabdian ini adalah pemanfaatan susu dari Kabupaten Malang menjadi berbagai produk olahan berbasis bioteknologi.

Saat yang bersamaan, tim pengabdian memberikan pendampingan kepada peternak sapi perah terkait praktik pengemasan produk yogurt dan butter. Terkahir, yogurt dan butter yang berhasil dibuat oleh guru dan peternak sapi terdiri atas berbagai macam rasa yang terbuat dari bahan alami. Yogurt terdiri atas rasa original, daun kelor (Moringa oleifera), anggur hitam (Vitis vinifera), buah naga merah (Hylocereus polyrhizus), dan bunga telang (Clitoria ternatea). Sedangkan, butter hanya ada satu rasa original.


Melalui kegiatan ini, para peternak sapi perah di Desa Pujon Kidul menunjukkan antusiasme yang tinggi. Perwakilan peternak menyampaikan bahwa adanya pelatihan tersebut membantu mereka memanfaatkan sisa susu yang sebelumnya tidak dapat disetorkan ke pabrik untuk diolah menjadi produk pangan yang bernilai guna. Selain peternak, guru yang terlibat dalam kegiatan ini juga menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan pendampingan ini. Perwakilan dari guru MGMP IPA dan MGMP Biologi Kabupaten Malang menyampaikan bahwa pengolahan susu menjadi berbagai produk pangan berbasis bioteknologi dapat dijadikan sumber belajar yang kontekstual serta mengenalkan potensi lokal dari Kabupaten Malang.
Terakhir, dengan adanya kegiatan pengabdian ini Dosen UMM mengoptimalkan pemanfaatan potensi daerah menjadi sumber peningkatan ekonomi dan sumber belajar siswa. Kegiatan ini menjadi wujud sinergi antara pengembangan potensi daerah, ekonomi dan dunia pendidikan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh seluruh masyarakat. Kegiatan ini tidak hanya berupa pelatihan semata, tetapi juga merupakan upaya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) serta wujud komitmen perguruan tinggi dalam pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, diharapkan tercapai peningkatan kualitas pendidikan dan penguatan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.