Lumajang, 12 Agustus 2025– Tim Program Mahasiswa Mengabdi (PMM) dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melaksanakan sosialisasi dan demonstrasi pembuatan lilin aromaterapi berbahan dasar minyak jelantah di Balai Desa Kalibendo, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang. Kegiatan ini dihadiri oleh para ibu-ibu PKK dan disambut dengan penuh antusias.
Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat mengenai pengolahan limbah rumah tangga menjadi produk ramah lingkungan yang bernilai ekonomi. Salah satu limbah yang menjadi perhatian adalah minyak jelantah, yang selama ini menjadi penyebab pencemaran lingkungan dan penyumbatan saluran air.

 

Koordinator kelompok PMM, Amprilia Ayu, menjelaskan pentingnya pengelolaan minyak jelantah secara bijak. “Minyak jelantah sering dianggap tidak berguna, padahal sebenarnya bisa diolah kembali menjadi produk seperti lilin aromaterapi. Ini tidak hanya mengurangi limbah, tetapi juga bisa menjadi peluang usaha rumahan,” ungkapnya.

Lailatul Fazriah, anggota tim PMM, turut memaparkan dampak negatif dari penggunaan minyak jelantah secara berulang. “Minyak yang digunakan berulang kali akan menghasilkan senyawa berbahaya bagi tubuh. Selain itu, jika dibuang sembarangan, bisa mencemari air tanah. Maka dari itu, kami ajak masyarakat untuk lebih peduli dengan solusi pengelolaan limbah ini,” jelas Laila.

Ia juga menambahkan bahwa lilin aromaterapi memiliki banyak manfaat. “Selain sebagai dekorasi, lilin ini dapat memberikan efek relaksasi, mengurangi stres, dan menciptakan aroma yang menyenangkan di ruangan. Dimana bisa menjadi produk yang punya potensi pasar jika dijual” lanjutnya.

 

Mayla Sifa, anggota tim lainnya, menjelaskan secara rinci proses pembuatan lilin aromaterapi dalam sesi demonstrasi. “Prosesnya dimulai dari penyaringan minyak jelantah, perendaman dengan arang aktif, lalu dibersihkan menggunakan bleaching earth. Setelah itu, minyak dicampur dengan stearic acid, esens aromaterapi, dan pewarna, lalu dicetak menjadi lilin,” papar Mayla saat ditemui usai demonstrasi.

Warga yang hadir terlihat antusias mengikuti setiap tahapan pembuatan. Beberapa peserta bahkan menyatakan ketertarikannya untuk mencoba membuat lilin serupa di rumah sebagai kegiatan produktif yang bisa menambah pemasukan keluarga.Melalui kegiatan ini, Tim PMM UMM berharap masyarakat Desa Kalibendo dapat lebih bijak dalam mengelola limbah rumah tangga, serta melihat potensi usaha dari bahan-bahan bekas yang selama ini dianggap tidak bermanfaat.

sumber berita: https://www.kompasiana.com/