Pemerintah Desa Ranuwurung bersama mahasiswa Pengabdian Masyarakat oleh mahasiswa(PMM) dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melaksanakan kegiatan penyaluran bantuan pangan cadangan beras pemerintah (CBP) kepada warga Desa Ranuwurung, Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang, pada tanggal  24 Juli 2025.

Penyaluran ini merupakan bagian dari program bantuan pangan (BanPang) periode Juni–Juli 2025 yang bertujuan untuk membantu ketahanan pangan masyarakat. Pada kegiatan tersebut, sebanyak  300-an  Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima bantuan berupa 20 kilogram beras per keluarga. Bantuan disalurkan secara langsung di Balai Desa Ranuwurung.

Sebanyak 5 orang mahasiswa PMM UMM turut terlibat aktif dalam kegiatan ini. Mereka membantu mulai dari proses pendataan warga penerima, pengaturan antrean, pengecekan identitas, hingga pendampingan saat proses penyerahan beras berlangsung. Kehadiran mahasiswa sangat membantu kelancaran distribusi agar berjalan tertib dan tanpa kerumunan.

“Kami merasa sangat terbantu dengan kehadiran mahasiswa PMM UMM. Mereka aktif, sigap, dan ikut menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung,” ujar Sanin khotim, perangkat Desa Ranuwurung.

Warga desa juga menyambut baik keterlibatan mahasiswa. Banyak dari mereka, terutama lansia dan ibu rumah tangga, merasa terbantu karena adanya pendampingan dan penjelasan langsung dari para mahasiswa saat mengambil bantuan.

Kegiatan ini menjadi contoh nyata sinergi antara pemerintah desa dan institusi pendidikan dalam memberikan kontribusi langsung kepada masyarakat. Mahasiswa PMM UMM juga mengaku mendapatkan banyak pengalaman berharga dalam hal pengabdian, komunikasi sosial, dan pengelolaan kegiatan masyarakat.

Dengan semangat gotong royong, kegiatan ini diharapkan mampu mempererat hubungan antara dunia kampus dan masyarakat desa, serta memastikan bantuan pemerintah benar-benar sampai dan tepat sasaran kepada mereka yang membutuhkan.

 

Melalui keterlibatan dalam kegiatan penyaluran bantuan pangan ini, mahasiswa PMM UMM tidak hanya berkontribusi secara fisik, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk memahami langsung kondisi sosial dan dinamika masyarakat desa. Mereka belajar untuk berinteraksi dengan berbagai kalangan masyarakat, membangun komunikasi yang baik, serta beradaptasi dengan lingkungan baru.

Kegiatan ini juga mempererat hubungan antara pemerintah desa dan mahasiswa. Pemerintah desa memberikan kepercayaan penuh kepada mahasiswa PMM untuk turut serta dalam berbagai aktivitas yang bersifat sosial dan kemasyarakatan, termasuk mendampingi warga yang membutuhkan informasi maupun bantuan teknis di lapangan.

Dengan semangat pengabdian dan kolaborasi yang kuat, diharapkan kegiatan seperti ini dapat menjadi awal dari banyak sinergi positif antara perguruan tinggi dan desa. Mahasiswa tidak hanya belajar dari masyarakat, tetapi juga meninggalkan dampak yang nyata dan bermanfaat bagi warga.

Melalui semangat gotong royong, kegiatan PMM di Desa Ranuwurung menjadi bukti bahwa perubahan dan kebaikan bisa dimulai dari langkah kecil yang dilakukan bersama-sama.

 

sumber berita: https://www.kompasiana.com/