Tim Teknik Industri 2 dari Pengabdian kepada Masyarakat oleh Mahasiawa (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)melaksanakan sosialisasi terkait pentingnya souvenir dalam pengembangan desa wisata di Desa Gubugklakah, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang.
Tim ini beranggotakan Maulana Ahmad Buffon Arafat, Naufal Adrien Atallla, Danny Ardian, Dyandini Faradiba Putri, dan Michelle Mandala Putri, dengan bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan Arum Martikasari, M.Med.Kom. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) ini adalab untuk mengaplikasikan Hilirisasi hasil Penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
Sosialisasi diikuti oleh siswa-siswi SD Negeri setempat dari kelas 4 hingga kelas 6. Tujuannya, untuk menanamkan kesadaran sejak dini bahwa souvenir bukan sekadar benda kenang-kenangan, tetapi juga salah satu sarana promosi efektif yang dapat meningkatkan daya tarik wisata sekaligus menjadi peluang ekonomi bagi warga desa.
Dalam kegiatan tersebut, tim memaparkan apa itu souvenir, mengapa souvenir menjadi bagian penting dari pengalaman wisata, serta memberikan contoh-contoh produk kreatif yang dapat dibuat dari bahan-bahan sederhana dan ramah lingkungan. Tak hanya teori, para siswa juga diajak untuk melihat secara langsung proses pembuatan souvenir sederhana dari botol plastik bekas, yang diolah menjadi gantungan kunci unik.
“Kami ingin anak-anak memahami bahwa kreativitas bisa dimulai dari lingkungan sekitar. Bahkan dari barang bekas pun bisa menjadi produk bernilai jual jika dibuat dengan ide yang menarik,” jelas Michelle Mandala Putri, salah satu anggota tim.
Melalui sosialisasi ini, diharapkan generasi muda Desa Gubugklakah tidak hanya mencintai dan menjaga potensi desanya, tetapi juga berperan aktif dalam mengembangkan daya tarik wisata yang berkelanjutan.
sumber berita: https://www.kaskus.co.id/